Artikel Kecil hamba Allah swt

Ilmu semakin digali semakin dalam pemahaman anda

Jumat, 11 Desember 2009

Kepemimpinan Nabi

PEMBAHASAN

A. Peradaban Arab Pra Islam
Bangsa Arab pra Islam pada dasarnya sudah merupakan suatu kominitas yang memiliki peradaban yang cukup maju. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan bukti peradaban masa silam. Misalnya bangunan Ka’bah, seping dan piramida.
Bangsa Arab pra islam juga dikenal sebagai bangsa yang memiliki kemajuan ekonomi yang baik. Letak geografis yang strategis membuat islam mudah tersebar kewilayah jazirah Arab.

B. Masa Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.
I. Masa Kepemimpinan Nabi di Makkah
Nabi Muhammad saw seseorang yang membawa ajaraan ketauhidan yang dimana pada waktu itu di Makkah sudah memiliki kepercayaan sendiri, dan Nabi juga dianggap telah merusak keyakinan bangsa Arab yang pada umumnya telah menjadiakan ka’bah sebagai pusat peribadatan dan menjadikan berhala-berhala sebagai objek sembahan. Oleh karenanya bangsa Arab merasa keyakinannya terusik oleh ajaran yang di bawa Nabi Muhammad.
Dakwah Nabi pada saat itu dilakukan melalui dua cara yaitu, sembunyi-sembunyi dan terang-terangaan. Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini dilakukan pada istrinya, Siti Khodijah, Ali bin Abi thalib, Zaid bin Haritsah (seorang budak yang dipelihara nabi), Abu Bakar (Orang tua yang dekat dengan nabi).
Dengan perantara Abu Bakar, banyak orang memeluk agama Islam antara lain ; Ustman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam, dan beberapa penduduk Makkah lainnya dari kabilah Quraisy. Dengan pusat kegiatan dakwah ini dilakukan di rumah Arqam bin Abi Arqam al Makhzumi.
Sedangkan dakwah secara terang-terangan ini dilakukan secara terbuka, baik kepada penduduk Makkah maupun kepada penduduk lain yang datang ke Makkah untuk melakukan ibadah haji. Dakwah yang secara terang-terangaan itu yang akhirnya mendapat tantangan keras dari bangsa Qurais. Menurut A Syalabi terdapat lima factor yang menyebabkan masyarakat Quraisy menolak dakwah Nabi Muhammad SAW.
a. Masyarakat Quraisy tidak dapat membedakan kenabian dan kerasulan.
b. Nabi menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya.
c. Emimpin Quraisy menolak keras ajaran tentang kebangkitan dan pembalasan di Akhirat.
d. Masyarakat Quraisy bertaqlid pada ajaran nenek moyang.
e. Pemahat dan penjual patung memandang islam sebagai penghalang rizki.
Karena reaksi keras inilah Nabi Muhammad mengungsi ke Habbsyah (Ethiopia) sebagai tempat pengunsian karena raja negeri itu adalah seorang yang adil (tahun kelima setelah kerasulan).

II. Masa Kepemimpinan Nabi di Madinah
Setelah Nabi hijarah ke Yatsrib, Nabi mendapat sambutan dari masyarakat Yatsrib (baik yang sudah memeluk islam ataupun yang belum) dan umat islam yang sudah hijrah terlebih dulu. Adapun langkah-langkah yang dilakukan Nabi Muhammad dalam membangun masyarakat islam di Yatsrib
a. mengubah nama Yatsrib menjadi Madinah.
Perubahan nama ini menggambarkan cita-cita Nabi Muhammad saw, yaitu mebentuk masyarakat Yatsrib yang tertib, maju dan berperadaban.
b. Mambangun masjid
Masjid bukan hanya dijadikan pusat kegiatan ritual saja misal sholat, akan tetapi juga menjadi sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dengan masyarakat dan musyawarah dalam menghadapi masalah yang terjadi.
c. Membangun kegiatan mu’akhat (persaudaraan).
Kegiatan ini diharapkan nabi, agar persaudaraan dapat meningkatkan kaum muslimin dalam satu persaudaraan dan keluarga antara kaum Muhajirin dan kaum Ansor.
d. Membangun persahabatan dengan pihak non mislim.
e. Membentuk pasukan tentara.
Dengan kerjadian yang demikian kaum Quraisy semakin memenci Nabi karena semakin hari semaki bertambah banyak pengikut Nabi Muhammad saw.
II. A. Piagam Madinah
Menurut sebagian ahli sejarah, Piagam Madinah adalah konstitusi pertama di dunia. Piagam Madinah ini telah menjadi dasar persatuan penduduk Yatsrib (Madinah). Disamping itu penduduk Yatsrib (Madinah) sudah bersepakat untuk menjadiakan Madinah sebagai kota yang terhindar dari keonaran dan binatang serta pohonnya tidak boleh dirusak.

II. B. Perang Damai
Setelah membangun masyarakat Madinah, Nabi Muhammad saw mengadakan hubungan dengan dunia atau kekuasaan lain. Hubungan dalam bentuk perang terjadi antara umat islam dengan kaum musyrikin Quraisy pada tahun kedua setelah hijrah. Perang pertama ini disebut perang badar. Dalam perang ini, umat islam memperoleh kemenangan. Sedangkan internal persatuan Yatsrib (Madinah) sendiri terganggu oleh suku Yahudi Madinah.
Disamping melakukan sejumlah perang, umat islam Madinah juga mengadakan perjanjian dengan kekuatan lain. Diantara perjanjian tersebut adalah perjanjian Hudaibiyah tahun keenam setelah hijrah.

III. C. Pemeliharaan Qur’an
Salah satu kelebihan oang Arab adalah kekuatan hafalan. Dalam kaitannya dengan qur’an, sahabat besar memelihara al qur’an dengan dua cara ; dihafal dan ditulis. Jumlah sahabat yang hafal alqur’an cukup banyak, pada zaman khaifah Abu bakar ketika terjadi perang Yamamah, jumlah sahabat yang gugur berperang sebagai penghafal al Qur’an berjumlah tiga puluh sembilan orang.
kegiatan penting yang dilakukan oleh sahabat pada zaman nabi Muhammad saw adalah pemeliharaan dan pelestarian al qur’an. dan juga Membentuk negara Madinah, membangun masjid, membangun muakhat, dan pemeliharaan al Qur’an merupakan sebagian kecil dari bentuk peradabaan yang pernah dilakukan pada zaman nabi.

KESIMPULAN

Nabi Muhammad terlahir ditengah suatu masyarakat yang pada zaman dasarnya sudah beraqidah, hanya saja karena keterbatasan kemampuan akal, maka terjadilah penyimpangan aqidah. Dan hal itu berlanjut dan berlangsung hingga ratusan tahun.
Kedatangan Nabi Muhammad dengan membawa risalah tentusaja mendapat reaksi keras dari kaum musyrikin Quraisy. Reaksi keras tersebut akhirnya membawa Nabi kepada proses Hijrah.
Proses hijrah yang dilakukan Nabi tanpa disadari, Arab telah melukiskan sejarah peradaban baru dalam dunia yang tentu saja telah memberi warna baru dalam dunia Jazirah Arab dimasa sekarang.
Kota Madinah, Masjidil Kharam, Masjid Nabawi, merupakan bukti peradaban sejarah masa silam yang masih dapat kita saksikan dimasa sekarang.
Posting Komentar