Artikel Kecil hamba Allah swt

Ilmu semakin digali semakin dalam pemahaman anda

Sabtu, 17 Oktober 2009

SEBAB-SEBAB DO’A YANG TIDAK TERKABUL

SEBAB-SEBAB DO’A YANG TIDAK TERKABUL
Di era globalisasi ini banyak orang yang lalai dengan urusan akhirat dan ada pula yang ingat denan akhirat. Ini dikarenakan banyaknya peradaban dan kebudanyaan yang sangat berfaryasi.
Ada yang lalai dengan urusan akhirat ini dikarenakan manusia itu suka dengan kehidupan dunia / peradaban & kebudayaan zaman globalisasi ini. Oleh karenanya kita harus dapat memilah dan memilih suatu perkara. Ada pula yang ingat urusan dunia & akhirat. Manusia inilah yang lebih baik dari pada yang hanya suka dengan akhirat saja. Karena dalam kehidupannya tidak tertinggal dalam selalu dzikik kepada Allah SWT.
 Bila kita kutip sejarah tentang SYEH IBRAHIM IBNU ADHAM menyatakan ;
Bahwa suatu ketika Syeh Ibrahim Ibnu Adham berjalan di kota Basrah, banyak orang yang berkumpul disekitarnya. Mereka bertannya kepada Syeh Ibrahim Ibnu Adham. Mengapa kita berdo’a, do’a kita tidak dikabulkan ? sedangkan Allah berfirman dalam QS Al Mukmin ; 60 Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Lalu Syeh Ibrahim Ibnu Adham menjawab,
hati kamu sekalian telah mati karena 10 perkara yaitu ;
1. Kamu sekalian mengetahui Allah akan tetapi tidak mau melaksanankan hak-haknya ( kewajibannya )
2. Kalian membaca Al Qur’an akan tetapi kalian tidak mengamalkannya.
3. Kalian mengakui cinta terhadap Rasulullah SAW, akan tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
4. Kalian mengetahui permusuhan setan ( setan sebagian musuh ) tetapi kalian menaatinya.
5. Kalian mengakuai akan masuk ke dalam Surga, akan tetapi kalian tidak bekerja menuju kesana.
6. Kalian mengakui selamat dari sikasa Neraka, akan tetapi kalian melemparkan diri sendiri kedalamnya.
7. Kalian berkata bahwa mati itu pasti kebenarnya ( akan menimpa siapa saja , akan tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk itu.
8. Kalian sibuk mengurusi aib manusia ( yang lain ), tetapi kalian melupakan ( untuk mengoreksi ) aib sendiri.
9. Kalian menguburkan orang-orang mati, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran dari mereka.
10. Kalian makan karunia Allah SWT ( nikmat - nikmat - Nya), tetapi kalian tidak mensyukurinya.
Dengan kisah ini mungkin kita akan senantias selalu mengoreksi diri sebelum dikoreksi orang lain.
Penulis
Ichwan Faishol S.Pdi
Posting Komentar